Insinerator LB3 Senamat, Sumber 'Cuan' Baru Pemprov Jambi, Disaat APBD Defisit Rp 400 Miliar.

Insinerator LB3 Senamat, Sumber 'Cuan' Baru Pemprov Jambi, Disaat APBD Defisit Rp 400 Miliar.

Reporter: ... | Editor: Admin
Insinerator LB3 Senamat, Sumber 'Cuan' Baru Pemprov Jambi, Disaat APBD Defisit Rp 400 Miliar.
Dr. Hj. Asnelly Ridha Daulay, M. Nat. Red. Ec || Foto : Dokpri
Urgensi pembangunan unit pengolah limbah ini muncul ketika dunia diserang virus covid-19. Muncul pemikiran limbah medis seharusnya dimusnahkan di wilayah penghasil limbah tersebut, untuk menghindari resiko penyebaran virus/bakteri karena tata kelola limbah yang tidak baik.

Sederet persyaratan untuk memperoleh hibah itu berhasil dipenuhi oleh Pemerintah Provinsi Jambi, mengalahkan saingan-saingannya yaitu pemerintah provinsi lain yang juga ingin memiliki fasilitas pemusnah LB3 medis.

Setelah fasilitas itu berdiri, bagaimana mewujudkan potensi itu jadi sumber riil inkam ke kas daerah? Secara hitungan sederhana insinerator dapat menghasilkan Rp20 miliar rupiah per tahun dengan asumsi mesin bekerja 20 jam/hari dan tarif pemusnahan limbah Rp17.000/Kg.

Baca Juga: Kampung Mantap Lingkungan Hidup, Strategi Asnelly Selamatkan Sungai

Itu adalah hitungan sederhana. Namun hitungan bisnis memerlukan kalkulasi yang lebih detil, termasuk biaya operasional lainnya (listrik, angkutan, bahan bakar, maintenan alat) dan upah tenaga kerja. Apalagi unit pengolah limbah ini memerlukan kehati-hatian tingkat tinggi, tentu harus ada tim teknis yang mengawasinya agar dampak lingkungan terpantau dini sebelum menjadi hal yang menyusahkan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Kampung Mantap, Program Al Haris Selamatkan Sungai Batanghari

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjut Baca ke halaman berikutnya

Kabar Lainnya

Kabar Lainnya