KABAR18.COM - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menyelenggarakan program tahunan bertajuk “Media Field Trip FJM Jambi Tahun 2026, Penguatan Komitmen HSSE dan Kontribusi Program Pemberdayaan Masyarakat bagi Warga Sekitar Operasi", yang berlokasi di wilayah kerja zona 1 Field Jambi, selasa(23/06/2026)
Kegiatan dipusatkan di Wilayah Kerja Zona 1 Field Jambi dengan melibatkan 60 jurnalis lintas media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) Provinsi Jambi berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026.
Baca Juga: FJM Jambi Dua Kali Gelar UKW, Didukung Penuh SKK Migas dan KKKS
Media Field Trip FJM Jambi yang melibatkan puluhan jurnalis tersebut, tidak hanya penguatan kemitraan strategis antara industri hulu migas dengan jurnalis, melainkan juga menjadi ruang edukasi mendalam mengenai dinamika industri hulu migas.
Adapun Rangkaian kegiatan, mulai dari refistrasi seluruh peserta, mengikuti Daily Check Up, seperti tekanan darah, suhu tubuh dan dilanjutkan dengan Safety Briefing serta doa bersama guna memitigasi segala risiko di lapangan.
Baca Juga: 8 Pekerja PetroChina Kecelakaan Kerja, Sudah Mendapat Perawatan Terbaik, Tidak Ada Korban Jiwa.
Pjs Manager Field Jambi PEP, Alfian Mayando, menyampaikan apresiasi kepada jurnalis yang aktif ber kontribusi aktif dalam mengawal pemberitaan industri energi. Media mitra strategis, publik perlu tahu operasi migas yang Aman dan bertanggung Jawab.
" Media field trip ini bukti kolaborasi SKK Migas dan KKKS dalam mendukung keberlanjutan industri serta keberlanjutan bagi pembangunan daerah,” beber Alpian.
Baca Juga: Bacagub Jambi, Romi Hariyanto Terima Bantuan SKK Migas - KKKS PetroChina Senilai Rp 16, 7 M Lebih..
“Mengajak jurnalis melihat lebih dekat bagaimana komitmen kami dalam menanggulangi keadaan darurat. Transparansi seperti ini penting agar masyarakat punya gambaran utuh, bukan sekadar persepsi. Kontribusi rekan media sangat penting mengawal pemberitaan energi yang akurat, berimbang, dan mendidik publik. Tanpa media, narasi positif industri migas tidak akan sampai ke masyarakat luas,” pungkasnya.
Ketua FJM Jambi Drs. H. Mursyid Yusmar Sonsang dalam sambutannya menjelaskan kunjungan lapangan ini merupakan momentum krusial bagi para jurnalis untuk memahami realitas operasional migas secara objektif.
Dijelaskannya, Forum Jurnalis Migas Provinsi Jambi terus bertumbuh sejak berdiri 2014. Awalnya hanya 17 anggota, kini FJM Jambi memiliki 59 anggota aktif. FJM Jambi sebagai mitra strategis SKK Migas Sumbagsel dan KKKS dalam menyampaikan informasi energi ke publik secara akurat dan berimbang.
“Kita membangun organisasi dengan kebersamaan, tegas dan terukur. Sikap tegas itu juga diterapkan saat evaluasi, FJM tetap menjaga independensi wartawan. Boleh memuat berita, tetapi diperlukan konfirmasi supaya berita berimbang. Kita tidak pernah membatasi hak wartawan," ungkap lantang tokoh pers senior yang juga alumni Lemhannas RI Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XVII.
" Momentum penting bagi jurnalis untuk melihat langsung realitas operasional migas. Lewat kunjungan langsung, jurnalis bisa menulis lebih objektif, berbasis data dan fakta lapangan," bebernya.
Mewakili Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Bambang Dwijianto dan Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi, Syafei Syafri, Kurnia Ari Wijayanti menyampaikan apresiasi Media Field Trip 202, dan KKKS yang melaksanakan kegiatan dengan matang dan mendapat nilai tambah dan kehiatan ini bulan hanya sekedar kunjungan lapangan.
“Disinilah kami melihat peran strategis media. Selain menyampaikan informasi, kami titipkan edukasi mengenai industri hulu migas mulai dari KKKS hingga proses pengeboran.” ungkapnya
“Dari SKK Migas tidak kekurangan objek untuk diberitakan. Seperti pelaksanaan program Peningkatan Perekonomian Masyarakat yang merupakan salah satu komitmen kehadiran kami berdampak langsung kepada masyarakat sekitar.” bebernya
Ia berharap kegiatan ini disupport berbagai pihak, salah satunya masyarakat agar mereka paham sebesar apa dampak industri hulu migas. “Teman jurnalis menjadi saksi bagaimana effort-nya SKK Migas. Kami saat ini proaktif mencari investor industri hulu migas,” tutupnya.
Menariknya, dalam kegiatan tersebut, para anggota FJM Jambi, mendapat edukasi melalui Atraksi Fire Ground HSSE. Tim penanggulangan keadaan darurat PEP Jambi menampilkan simulasi pemadaman api di area operasi. Dengan perlengkapan lengkap, petugas menunjukkan kecepatan, ketangkasan, dan prosedur taktis memadamkan kobaran api dalam hitungan menit. Atraksi ini mengundang decak kagum seluruh peserta karena menggambarkan kesiapsiagaan tinggi perusahaan menghadapi situasi darurat.(*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS