Beranikah  Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat Menghentikan SPPG Sengeti, yang Terbukti Sajikan Makanan Berbakteri..?

Beranikah  Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat Menghentikan SPPG Sengeti, yang Terbukti Sajikan Makanan Berbakteri..?

Reporter: KMJ | Editor: Admin
Beranikah  Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat Menghentikan SPPG Sengeti, yang Terbukti Sajikan Makanan Berbakteri..?
Sekda Muaro Jambi, Budhi Hartono ungkap hasil investigasi atas keracunan makanan di SPPG Sengeti ( dok kmj)

KABAR18.COM - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, terbukti menyajikan makanan yang terkontaminasi bakteri penyebab keracunan. Akibatnya ratusan siswa dan guru dilarikan ke rumah sakit di Muaro Jambi awal Januari lalu.

Menurut Sekda Muaro Jambi, Budhi Hartono meski temuan pelanggaran dinilai serius, keputusan mengenai penghentian atau penggantian yayasan pengelola bukan berada di tangan Pemerintah Daerah. Budhi menegaskan kewenangan tersebut ada pada Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.

Baca Juga: BBS Konsultasi dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, Memastikan Tata Kelola Keuangan Daerah Berjalan Sesuai Regulasi dan Akuntabel.

Dijelaskan Budhi, hasil uji laboratorium atas sampel makanan yang disajikan pada Jumat (30/1/26) lalu, mengonfirmasi adanya dua bakteri berbahaya, yaitu Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (E. coli).

Kamis (19/02/26), Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, S.Sos, MT  mengatakan pemerintah Daerah telah menerima hasil resmi pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga: Tradisi Bekarang dan Lubuk Larangan, BBS : Pelajaran Agar Tidak Mengeksploitasi Sungai Secara Berlebihan.

“Yang menyebabkan keracunan itu dua bakteri, Staphylococcus aureus dan E. coli,” katanya.

Sekda Budhi Hartono menyampaikan, berdasarkan hasil investigasi dan pendalaman yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Muaro Jambi dapat disimpulkan bahwa kontaminasi Staphylococcus aureus bersumber dari proses pengolahan makanan yang tidak higienis.

Baca Juga: Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno Serahkan Bantuan Korban  Kebakaran di Desa Talang Kerinci

Dugaan, mengarah pada kelalaian penjamah makanan dan penerapan standar kebersihan yang longgar. Adapun bakteri E. coli, kata dia, diduga berasal dari air yang digunakan dalam proses produksi.

"Yang banyak terdapat bakteri itu ada pada  Ayam Suir dengan Tahu," sampainya. 

Sekda Budhi Hartono mengatakan, dalam evaluasi, tim menemukan sejumlah kelalaian serius  standar operasional prosedur (SOP) tidak dijalankan secara konsisten, pengolahan makanan tidak memenuhi prinsip keamanan pangan, serta jeda waktu antara memasak dan distribusi terlalu lama faktor yang berisiko mempercepat pertumbuhan bakteri.

Satgas MBG dalam rapat evaluasi menyampaikan sejumlah rekomendasi tegas kepada yayasan pengelola. Di antaranya peningkatan pengawasan dapur, penerapan standar keamanan pangan secara ketat, serta pembenahan sistem air bersih dan sanitasi.

Pengawasan harian juga diminta diperkuat, terutama oleh petugas yang bertugas langsung di lokasi produksi.

 

Vid : @anggianurraidah 
Penulis: @mhd.sholeh_1990

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Kabar Lainnya

Kabar Lainnya