Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

Pemberian Gelar Adat Tak Ada Nama Zulfikar Achmad, Masyarakat Bungo Protes

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Zulfikar Achmad
Zulfikar Achmad

KABAR18.COM-Pemberian gelar adat oleh Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ) Provinsi Jambi menjadi polemik. Pasalnya, dari 13 tokoh yang mendapatkan gelar adat, tidak ada nama Zulfikar Achmad.

Masyarakat Bungo mengaku kecewa dan mempertanyakan mekanisme dan kategori dalam penentuan penerima gelar adat tersebut. Bila dilihat dari penerima gelar adat yang ada, Zulfikar Achmad tidak kalah berjasa dibandingkan dengan penerima lainnya.

Zulfikar Achmad adalah anggota DPRD dua priaode  2014–2019 dan 2019–2024 dapil Jambi. Sebelumnya, Zulfikar pernah menjabat sebagai Bupati Bungo dua periode sejak 2001 hingga 2011. Ia dikenal sebagai bapak pembangunan Kabupaten Bungo

Erwin Munas selaku Tokoh Pemuda asal Bungo berdomisili di Jambi, mengaku kecewa dengan tidak adanya nama Zulfikar Achmad dalam pemberian gelar adat itu. 

“ Zulfikar Achmad itu adalah sesepuh masyarakat Bungo. Saat dia menjabat Bupati Bungo sangat banyak gebrakan dan jasanya. Sudah selayaknya dia diberikan gelar adat,” kata Erwin kepada kabar18.com, Jumat (5/1/2023).

Erwin mempertanyakan kepada Ketua LAMP Provinsi Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) kenapa tidak satupun tokoh masyarakat Bungo yang menerima gelar adat. 

“Ketika Pejabat Bungo tidak ada yang menjabat  jabatan eselon II kami tidak mempersoalkan itu, tapi ketika  sesepuh kami Zulfikar Achmad tidak dipandang kami kecewa,” kata Pengusaha Muda Sukses ini.

Kekecewaan masyarakat Bungo karena tidak adanya nama Zulfikar Achmad mendapatkan gelar adat menjadi viral di media mainstream dan media sosial seperti Facebook.

Salah satunya, akun Facebook bernama Utama Alex . “Miris Melihat Berita Pemberian Gelar Adat yg Tidak Ada Nama Zulfikar Achmad, tapi Nama Pendatang bayak sekali Mohon LAM Bgo Pertanyakan,” kata Utama Alex.

Status Utama Alex ini mendapatkan komentar beragam dari pengikutnya. “Iko yo perlu di pertanyokan.. Apo kito ko la dak di pikirkan kanti lagi,” komentar Noviardi. (***)

 

 

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.