OJK Edukasi 2000 Ribu Mahasiswa Universitas Jambi Tentang Pasar Modal
Oleh Arsyid Muhamad
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
KABAR18.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus mendorong peningkatan literasi Pasar Modal di Indonesia. Kali ini, OJK membidik kalangan mahasiswa dan Civitas Akademika Universitas Jambi dengan melakukan kegiatan edukasi pasar modal pada kegiatan kuliah umum yang mengusung tema Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal 2024’ di Balairung Pinang Masak UNJA Mendalo, Jum’at, (17/5/2024).
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Fauzi Syam, SH.,MH.; para Dosen, Dekan, dan 2000 lebih mahasiswa UNJA.
Selain itu, turut hadir pula Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK RI, Inarno Djajadi; Deputi Komisioner Hubungan Internasional, APU PPT, dan daerah OJK, Bambang Mukti Riyadi; Kepala Departemen OJK, Luthfy Zain Fuady; Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, EPK, dan LMS Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Arifin Susanto; Kepala OJK Provinsi Jambi, Yudha Nugraha Kurata; Direktur Bursa Efek Indonesia, Sunandar; serta Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi KSEI, Dharma Setyadi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda.
“Mahasiswa adalah agen perubahan yang akan memegang peranan penting dalam perekonomian masa depan. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang pasar modal sangatlah krusial,” ujar Dr. Fauzi Syam.
Inarno Djajadi menyampaikan bahwa jumlah investor Pasar Modal terus meningkat dengan mayoritas investor didominasi oleh kalangan milenal dan gen Z di bawah usia 30 tahun dengan persentase mencapai 55,98 persen. Untuk itu diperlukan pemahaman masyarakat khususnya mahasiswa terkait manfaat dan risiko dari berbagai produk investasi di Pasar Modal agar tidak mudah tergiur oleh penipuan berkedok investasi.
“Kami mengajak seluruh civitas academica, bersama-sama mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, termasuk bidang Pasar Modal, serta meningkatkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa memahami dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasinya,” kata Inarno.
Inarno menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari Sosialisasi Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) yang diselenggarakan pada tanggal 15 s.d. 17 Mei 2024 merupakan program inisiatif OJK yang bersinergi dengan Self-Regulatory Organization (SRO). Program ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai tingkat literasi keuangan sebesar 50 persen dan inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2024.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Jambi yang kemudian mendorong pergerakan roda perekonomian melalui sektor Pasar Modal agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Rangkaian SEPMT di Provinsi Jambi, diselenggarakan melalui sejumlah kegiatan yang melibatkan berbagai kalangan, antara lain:
--Pemberian Corporate Social Responsibility (CSR) kepada pemerintah Provinsi Jambi berupa 2 (dua) unit mobil ambulan serta sarana prasarana Galeri Investasi yang berkedudukan di Universitas Jambi dari panitia Pasar Modal Indonesia.
--Coaching Clinic Bursa Karbon kepada Aparatur Sipil Negara Provinsi Jambi;
-+Sosialisasi Alternatif Pendanaan UMKM Melalui Securities Crowdfunding kepada UMKM potensial;
--Pertemuan secara intimate dengan calon Emiten potensial di Jambi dalam rangka optimalisasi peran pasar modal. (***)
Berita berikutnya

Baca juga



Isi Kuliah Umum di Unja, Wamenaker Afriansyah Noor Bicara Tentang Pasar Kerja, Peluang dan Tantangan


