KUNMING, KABAR18.COM - Konferensi Tahunan Aliansi Media Asia Selatan dan Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Wartawan China (ACJA) pada 14 Juli 2026 di Kunming, Yunnan, menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kolaborasi media dalam membentuk narasi Asia di era AI, memerangi disinformasi, serta menandatangani lebih dari 20 perjanjian kerja sama regional.
Pejabat propaganda dan komunikasi Yunnan, Zeng Yan, menyampaikan pesan penting mengenai penguatan narasi bersama, kerja sama media regional, dan tata kelola global.
Baca Juga: Pantun yang Membawa JMSI Bermuhibah ke Negeri Tiongkok.
Inisiatif Presiden Xi Jinping dan Membangun Masa Depan Bersama
Zeng Yan, mengajak media regional memperkuat ikatan di tengah ketidakpastian global. Seperti yang di katakan Presiden Cina Xi Jinping, mendorong nilai-nilai dari Global Development Initiative, Global Security Initiative, Global Civilization Initiative, dan Global Governance Initiative sebagai panduan kerja sama.
Baca Juga: Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi
Dijelaskan Zeng Yan, dalam membentuk Narasi Otentik Asia dengan Mengangkat tema "How to Shape Asian Narratives in the Era of Artificial Intelligence", forum menekankan pentingnya pers Asia proaktif dalam menyuarakan identitas, budaya lokal, dan realitas kawasan di tengah dominasi algoritma AI.
Pertemuan ini berhasil mengesahkan lebih dari 20 nota kesepahaman (MoU) antarlembaga media yang meliputi produksi bersama, promosi pariwisata, program pertukaran pemuda, dan pertukaran akademik.
Baca Juga: JMSI: Masyarakat Pers Asia Perlu Bangun Narasi yang Otentik
Solidaritas Jurnalis
Delegasi Indonesia yang diwakili Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)—menyuarakan komitmen kolektif untuk memupuk kerja sama dalam menghadapi perubahan besar di industri pers digital.
Teguh Santosa mengingatkan di era AI pers harus menjadi garda terdepan sebagai penjaga kebenaran dan mengajak masyarakat pers Asia memanfaatkan teknologi guna memerangi penyebaran disinformasi dan ujaran kebencian.
"Masa depan digital Asia harus dibangun di atas fondasi transparansi, integritas, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan bersama bangsa Asia. Kemitraan media lintas batas adalah solusi terbaik untuk merespons tantangan zaman. Ia mengajak seluruh peserta forum di Kunming untuk saling bertukar gagasan dan memperkuat jaringan profesional." Ujar Doktor Hubungan Internasional ini.
Sementara Mursyid Yusmar Sonsang, Pembina JMSI dan juga Ketua PWI Provinsi Jambi periode 2007 - 2017 mengatakan, beberapa strategi yang harus dilakukan dengan merangkul kecerdasan buatan, masyarakat pers melakukannya dengan syarat dan ketentuannya sendiri. Hal ini bertujuan memperkuat identitas regional kita dan tidak membiarkannya hilang tergerus oleh mesin.
Mursyid berharap hasil pertemuan di Kunming akan menjadi langkah konkret bagi perkembangan media di kawasan Asia. Harapannya, lahir rekomendasi yang mampu membawa perubahan nyata bagi ekosistem media yang lebih sehat di masa depan.
Dengan semangat kebersamaan yang terjalin di Kunming, ia optimis bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat di seluruh penjuru Asia dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks
Peran Strategis Media
Menteri Penerangan Myanmar, Htin Linn Aung, menyoroti tanggung jawab media dalam menangani disinformasi dan menekankan bahwa media harus berfungsi sebagai diplomat yang memperkuat persahabatan antarnegara.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS