Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

Kota Jambi Darurat Narkoba, Kapolda Jambi Diminta Serius

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Aidil Fitri didampingi tokoh masyarakat. foto dok / kabar18.com)
Aidil Fitri didampingi tokoh masyarakat. foto dok / kabar18.com)

KABAR18.COM-Penyalahgunaan narkoba singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya di Kota Jambi semakin marak. Bahkan peredarannya telah menyebar ke seluruh kecamatan yang ada di Kota Pilih Pseko Betuah ini dan targetnya kalangan anak-anak yang menjadi regenerasi pasar. 

Jalur masuk narkoba ke Kota Jambi diduga melalui jalur laut (wilayah perairan) dan pelabuhan tidak resmi (jalur tikus). Para narapidana kasus narkoba masih bisa mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara. 

Parahnya, gempong narkoba di Kota Jambi sudah diketahui nama dan wajahnya, namun  aparat penegak hukum masih kesulitan menangkapnya karena sering menghilang meski sudah dipelupuk mata.  

Aidil Fitri Tokoh Masyarakat dari Gunung Kerinci bersama Edy Ibrahim tokoh masyarakat adat,  Yaser El Syawal tokoh masyarakat yang  mengkordinir pedagang kaki lima dan Narto mengkordinir tukang parkir serta Ramli Taha advokat terkemuka di Kota Jambi meminta Kapolda Jambi, Irjen Pol Rusdi Hartono serius memberantas peredaran narkoba di Kota Jambi.

"Kami dari elemen masyarakat Jambi yang cinta tanah air meminta kepada   jendral bisa memberantas peredaran narkoba di Provinsi Jambi, yang jelas-jelas publik sudah tahu pelakunya dan sudah di beritakan di media di Jambi. Ada beberapa yang menjadi pertanyaan buat kami kepada penegakkan hukum khususnya pak jendral sebagai pimpinan tertinggi di kepolisian Daerah Jambi,” kata Aidil Fitri dalam surat terbuka yang disampaikan kepada Kapolda Jambi, sebulan yang lalu.

Dalam surat yang belum ditanggapi jendral bintang dua itu, Aidil mempertanyakan kenapa sampai hari ini pelaku dan gembong narkoba di Kota Jambi  yang sudah santer di publik melalui media online yang berinisial T tidak di tangkap. 

“Ada apa ? apakah hukum hanya sebagai bahan omongan atau alat untuk menakut-nakutin  rakyat kecil saja dan  tidak berlaku untuk orang yang punya uang. Padahal dalam  Undang-undang jelas setiap warga negara Indonesia sama di mata hukum,” tegasnya. 

Selain itu, Aidil bersama tokoh masyarakat lainnya meminta Kopolda Jambi jika ada waktu turun kelapangan. “ Kita duduk di warung hoho untuk mendapatkan informasi yang akurat, kami siap untuk itu,” ajaknya.

Terakhir Aidil juga mempertanyakan kinerja Kapolda Jambi untuk penegakkan hukum khususnya narkoba di Provinsi Jambi. “Kami ini rakyat yang cinta tanah air. Suara rakyat itu suara Tuhan. Dan kami sadar betul ada negara ini karena adanya rakyat,” imbuhnya. (***)

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.