Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

Kapolda Jambi, Paham Radikalisme dan Intoleransi Jangan Dikaitkan Pada Agama Tertentu

Kapolda Jambi menegaskan, saat ini Institusi Polri dituntut untuk mencegah kelompok Radikal dan Intoleran, agar hubungan harmonis di lingkungan masyarakat tetap terjaga.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono Membuka Kegiatan Pembinaan Personel Polri Dalam Pencegahan Kelompok Radikalisme.| Andra Rawas.
Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono Membuka Kegiatan Pembinaan Personel Polri Dalam Pencegahan Kelompok Radikalisme.| Andra Rawas.

KABAR18.COM - Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono, menegaskan, saat ini Institusi Polri dituntut untuk mencegah kelompok Radikal dan Intoleran, agar hubungan harmonis di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara tetap terjaga.

Penegasan itu disampaikan Irjen Pol. Rusdi Hartono, saat membuka kegiatan Pembinaan Personel Polri Guna Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi Polda Jambi, T.A 2024, di aula lantai III Gedung Siginjai Jambi, Selasa, (27/08/2024).

Sebagai anggota Polri, kata Irjen Pol Rusdi Hartonoi, personel Polri bertugas untuk mencegah penyebaran paham-paham tersebut, dan jangan sampai terlibat dan terpapar. 

Turut hadir dikesempatan itu Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Edi Mardianto, Kaban Kesbangpol Prov. Jambi, Abrizal, Ketua MUI Prov. Jambi Prof. H. Hadri Hasan dan Prof. H. M. Hasbi Umar, mewakili Ketua FKUB Provinsi Jambi.  

Kegiatan ini mengangkat tema, “Melalui Nilai-Nilai Kebhinekaan, Polda Jambi Presisi Siap Mendukung Terjaganya Keutuhan NKRI Dalam Melawan Radikalisme dan Intoleransi”.

“Saya ingin memberikan pandangan, bahwa sikap atau paham radikalisme dan intoleransi, hendaknya tidak dikaitkan pada sutu agama tertentu saja. Karena sikap atau paham demikian itu bisa terjadi pada semua agama atau golongan,” tegas Kapolda Jambi.

Disamping itu, Kapolda Jambi juga menginginkan agar kita dapat menempatkan pemahaman terhadap radikalisme dan intoleransi pada porsi yang adil. Agar kita tidak cenderung memberikan stigma negatif terhadap agama tertentu, katanya menambahkan.

Menurut Irjen Pol Rusdi Hartono, penanggulangan dan pencegahan radikalisme dan intoleransi, adalah masalah kompleks. Hal ini bukan tugas aparat kepolisian saja, tapi memerlukan sinergi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah, tokoh agama dan masyarakat.

“Peran aktif seluruh masyarakat, tokoh agama serta pengurus masjid akan sangat membantu tugas-tugas aparat pemerintah dan kepolisian khususnya, terutama dalam melakukan deteksi dini, guna mewaspadai munculnya gerakan-gerakan radikal dan intoleran serta tidak menutup kemungkinan juga aksi terorisme,” pungkas Kapolda Jambi.***

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.